setiap kali denger lagu menunggumu…kok jadi inget seseorang…hehehe…ternyata lama2 dengerin juga enak…

memulai dari awal…

bismillah…

ya Allah terimaksih telah percaya padaku dengan semua ini..
engkau mengaturnya sesuai dengan takdir ku…
aku hanya berusaha menjlaninya dengan ikhlas dan tawakal…aku yakin kau bersamaku…
kau melihatku..
kau menyayangiku…

Allah hikmah itu mulai bisa kudengar..
lewat sujud panjang dan tangis deras saat tahajud ku..
saat sholat2ku..
saat tanganku mendongak keatas mengharap maghfirahmu..
aku tahu engkau mendengarnya..
engkau tersenyum..

Allah…ampuni semua dosa2ku…semoga setiap luka ini adalah caramu untuk memaafkan semua dosa di masa lalu…
dan aku ikhlas…

Allah…tidak ada yang sulit bagimu…
tidak ada yang maya bagimu, tidak ada yang semu…
semuanya nyata…

Allah kutitipkan hidupku pada Mu…

Allah berikan aku kelapangan hati n kesabaran yang luar biasa untuk menjalani ini…

Allah…bismillah…
berilah aku kemudahan untuk melewatinya tanpa lelah…

engkau adalah tujuanku..

astaghfirllah hal adzim..

ampuni hambamu yang penuh dosa ini…
ampuni ya Allah..
ampuni…

amin..

mudahkanlah semua urusanku…
amin…

surat cinta ^_^

to ukhti yang menyapa hatiku…

Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu,mungkinkah besarnya kerudungmu hanya di gunakan sebagai fashion atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang di idamkan bahkan bisa jadi kierudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan

 Ukhti…tertutupnya tubuhmu Tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri antum sendiri, coba perhatiukan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu

 Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya ksasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu

 Ukhti…lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa seklaipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.

 Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuahnmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmu bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.

 Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang entum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang snagat mengerikan yaitu maksiat

 Ukhti…cantiknya wajahmumu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang antum punya hanya titpan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya di jadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu

 Ukhti…tundukan pandanganmu yang katuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk beranui menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuuh yang akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu,

 Ukhti…tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu teerhadapa warga sesamamu mu yang tertindas di palestina, pernahkah antum menangis ketika mujhaid-mujahidah kevil tertembak mati, atau dengan cuek bebk membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana rasanya baerjihad yang di lakukan oleh para mujahidah-mujahidah teladan

 Ukhti…lirikan mamatamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba antum perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman,saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan manisny islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berprlikaku binatang yang tak karuan, sanggupkah antum menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islam

 Ukhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang khalolikmu, antum adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengiontai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakuakn sejak dari sekarang, kapan lagi coba….

 Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keleuargamu sendiri, masih kah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain, sesombong itukah haitmu, lallu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu

 Ukhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosongdan menghawatirkan, tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan, maukah antum di beri rizki sepelit itu.

 Ukhti…rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunanah senin kamis yang antum laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semanga tr uhani tanpa di sadari turun drastic, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi

 Ukhti…manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kaishmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum lewati, sikap ramahmu pada orang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi… antumlah yang memerlukan dakwah, kita semua memrlukan dakwah

 Ukhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti rosulullah sebagai panutanmu,

 Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah antum senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malamu?

 Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid akan segara menghampirimu

 Ukhti…masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu

 Ukhti…Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga rabbmu.maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu

 Ukhti…muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, antum tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhalk busuk mu di lupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik

 Ukhti…pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu inging mencari istri yang solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan diri menjadi seorangan mujahidah yang solehah

 Ukhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum,seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya kan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu o0rang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah,

 Ukhti…apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi alasa n belaka karena merasa berkerudung besar la

 Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang laing, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang sautu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain

 Ukhti…dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan itri yang solehah, siapkah antum sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang..

ijinkan ku meminangmu…

ustdzah bagi surga duniaku..

bagi anak2 ku..

ijinkan aku memintamu..

agar kau halal bagiku..

tak mampu ungkapkan apapun selain itu.ku ingin ukhti bisa mengerti agama ku..

agama kita…

Nb: aku mengambilnya dari kata2 orang lain ukh..afwan ana tak mampu merangkai kata…

^_^

semoga akadnya segera tiba..

amin…

jaga semuanya padamu hingga masa nya tiba..

yakinlah ku juga sedang mempersiapkan diri untuk mu

lamakah kau menungguku ukhti?

yang jauh namun tak meninggalkanmu..

*************(nama dan tempat dirahasiakan)

uhf… i cant say anymore again..

terdiam..

dia datang lagi dan tak pernah meninggalkan aku..

ternyata dia tak melupakan semua janjinya padaku

dia melamarku…

amin…

amin…

amin…

akhifillah…biarkan Allah yang menjalankan rencananya..

aku juga menjaga semuanya hingga masanya tiba…

love Allah

maryam nuraini is maryani

ALLAH RENDAHKAN EGOKU….

Allah ijinkan aku mencintainya hanya dalam hati
ijinkan aku tersenyum padanya meskipun hati ringkih

aku ingin menemuinya lagi…

pada hari yang tepat

saat akad nikah

aku mencintai dia…

Aku adalah bumi bagi langit..dan dia tak mampu menyentuh bumi karna langit takkan mungkin menyentuh bumi..begitu pula bumi…hanya mampu melihatnya..yang kadang berhias sinar atau kelam nya malam…

Langit adalah nyawaku…dia memberi bumi banyak arti…tapi itu dulu ketika bumi merasa sendiri..ketika bumi sepi…ketika tak ada satupun makhluk sudi mendekat dan memberi bumi senyum penuh arti..

Apalah yang langit lihat dari bumi saat itu?saat aku hanya sekedar mencoba menghangatkan langit yang dingin dan kelam. Bumi merenungkan kisahnya.. kisah ketika langit masih dengannya…

Langit bicara apa? Atau mungkin bukan bicara..tapi sekedar diam sambil melihat bumi dengan pendar2 cinta yang ia kirim lewat mata2 bintangnya…

Lalu bagian mana yang bumi ingat tentang langit?

Ketika langit bersamaku…

Kapan masanya?

Langit tak pernah meninggalkan aku..
Dia melindungiku dengan bagian-bagian jiwanya..
Langit memelukku dengan damai..
Tanpa nafsu dan emosi
Hanya melindungi hatiku agar tak koyak dan rusak…
Dia tahu aku patah hati saat itu…
Dia bilang tak ada yang lebih indah selain aku, BUMI…
Dia bilang tak ada yang ingin dia jaga dari serangan luar selain aku, BUMI…
Dia ingin menjadi saksi berkembangnya aku menjadi dewasa..
Dia menemani aku sampai tua..sampai lemah..lalu musnah…
Tapi hanya jika aku sendiri..
Jika aku tetap sepi…
Namun jika aku tak sendiri dan banyak yang menemani maka saat itulah langit pergi…
Merasa aku kan baik-baik saja
Padahal aku semakin koyak dan rusak..
Mereka para penjilat!
Hanya inginkanku saat aku indah namun ketika aku hancur mereka sibuk menguhujat dan menghakimi..
Padahal mereka tak tahu apa-apa soal aku…
Mereka tak tahu lebih banyak tentang aku dibanding yang langit tahu…
aku benci pada mereka…
Yang menyakiti aku…
Lalu langit berkata..
“jangan ulangi kata-kata itu lagi bumi…tak kuijinkan kau membenci siapapun..karna itu hanya akan membunuh mu, meracunimu, kau terlalu indah untuk itu… percayalah aku terus memandangimu dari tempatku saat apapun…aku hanya pergi dengan jarak tapi tak meninggalkan aku secara nyata…”
Aku tahu kau rapuh bumi, tapi kau kan kuat dengan aku…

Itu yang aku ingat tentang langit…

Tapi ternyata.. justru baru aku tahu…. Bahwa langit lebih tahu dan ingat banyak tentang aku, BUMI nya…

“BUMI ALLAH GA PERNAH MENCIPTAKAN BARANG JELEK…!”

Kemudian aku menatapnya lagi… sambil lirih berkata TAPI AKU GA AKAN PERNAH MAMPU MEMILIKI MU LANGIT, kau terlalu indah untuk aku!

ALAM TITPKAN SALAM UNTUK LANGIT…. Dari aku,BUMI yang MENCINTAINYA TANPA LELAH

Adakah langit sudi membaca ini? Lalu membalas nya “IYA BUMI AKU JUGA MENCINTAIMU”

==ALWAYS HOPE TILL THE END OF TIME==

^_^

dia…wanita baik…memberi aku matahari…

Ya ukhti benar.
CintaiLah dy karna Allah.
Ad kaLimat;
“TAU saja tidaK cukup”
jd wLwpn qT tahu,qT mengerti,qT ketahui,percuma biLa qT tdk menerapkan n meLaksanakan nya.
Sm0ga qT n para pendamping qT keLak tdk sprti itu y?AmieN…
ItuLah yg mmbwt ku sediH skrg,ak meniLai dy mengerti,trnyta ap yg dy mengerti,ketahui,ucapkan tak sprti ap yg terLaksana saat ni antara dy n wnita piLihan nya.
Tp ak ikhLas akan semua takdir Allah,ak dah trbiasa kehiLangan org yg ak syang dLm keseharian ku,tp mrk g akn hiLang dr kehidupan ku,karna mrk sLaLu ad di hatiku.Ad persahabatan tuk mrka yg tersakiti oLeh cinta.
ItuLah untung ny jk qT mencintai sesuatu karna Allah,disaat qT kehiLangan;sesungguH nya Allah tlah menyiapkan yg terbaik tuk qT.Amien.
Mav ukhti ak bnyk bcara.

ku sayang ukhti…biarkan dia pergi…andai ukhti tahu betapa hancurnya aku juga saat ini..

CINTA…

aku tahu..

ga perlu diperjelas…

selamat…

TAK ADA SEDIKITPUN KEINGINAN MEMILIKIMU….

DIAM!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ASTAGHFIRLLAH…

ALLAH
ALLAH
ALLAH..

PEGANGI AKU ALLAH
TOLONG AKU ALLAH
REDAM AKU ALLAH

AKU NYERAH..
AKU BERANTAKAN……

yahya al-ghazali…

AKU GA CINTA KAMU…

GIMANA PUAS?

demi cinta…

jika ini memang yang terbaik..
untuk dirimu dan dirinya
semua demi cinta…

jujur aku tak kuasa…

namun yang pasti terjadi…

kita mungkin bersama…

bila nanti esok hari

kutemukan dirimu bahagia..
ijinkan aku titipkan…

kisah cintaku
selamanya….

« Older entries